Tes TOEFL merupakan salah satu syarat penting untuk studi maupun karier internasional. Namun, masih banyak orang yang belum memahami secara jelas perbedaan TOEFL ITP dan TOEFL iBT. Padahal, mengetahui perbedaan ini sangat penting agar kamu tidak salah memilih jenis tes yang sesuai dengan kebutuhan.
Selain itu, setiap jenis TOEFL memiliki tujuan, format, dan tingkat kesulitan yang berbeda. Oleh karena itu, sebelum kamu memutuskan untuk mengambil tes, pastikan kamu sudah memahami karakteristik masing-masing.
Apa Itu TOEFL ITP?
TOEFL ITP (Institutional Testing Program) adalah tes kemampuan bahasa Inggris yang biasanya digunakan untuk keperluan internal, seperti syarat kelulusan kampus, seleksi beasiswa dalam negeri, atau kebutuhan administrasi lainnya.
Tes ini terdiri dari tiga bagian utama, yaitu:
- Listening Comprehension
- Structure and Written Expression
- Reading Comprehension
TOEFL ITP menggunakan sistem paper-based test (PBT), sehingga peserta mengerjakan soal menggunakan kertas dan pensil. Selain itu, tes ini tidak menguji kemampuan speaking dan writing secara langsung.
Biasanya, skor TOEFL ITP berkisar antara 310 hingga 677. Semakin tinggi skor, semakin baik kemampuan bahasa Inggris seseorang.
Apa Itu TOEFL iBT?
Berbeda dengan TOEFL ITP, TOEFL iBT (Internet-Based Test) adalah tes resmi yang diakui secara internasional. Tes ini umumnya digunakan sebagai syarat masuk universitas luar negeri, terutama di negara seperti Amerika Serikat, Kanada, dan Australia.
TOEFL iBT menguji empat kemampuan utama:
- Reading
- Listening
- Speaking
- Writing
Tes ini dilakukan secara online menggunakan komputer, sehingga peserta harus terbiasa dengan penggunaan teknologi. Selain itu, TOEFL iBT juga lebih menekankan kemampuan komunikasi aktif dalam bahasa Inggris.
Skor TOEFL iBT berkisar antara 0 hingga 120, dengan standar minimal yang biasanya ditentukan oleh masing-masing universitas.
Perbedaan Utama TOEFL ITP dan TOEFL iBT
Untuk memahami lebih dalam perbedaan TOEFL ITP dan TOEFL iBT, berikut penjelasan lengkapnya:
1. Tujuan Penggunaan
TOEFL ITP digunakan untuk kebutuhan lokal atau internal institusi. Sementara itu, TOEFL iBT digunakan untuk keperluan internasional seperti kuliah atau bekerja di luar negeri.
2. Format Tes
TOEFL ITP masih menggunakan sistem kertas (paper-based), sedangkan TOEFL iBT menggunakan komputer berbasis internet.
3. Skill yang Diujikan
TOEFL ITP hanya menguji listening, structure, dan reading. Sebaliknya, TOEFL iBT menguji keempat kemampuan bahasa, termasuk speaking dan writing.
4. Sistem Penilaian
- TOEFL ITP: 310–677
- TOEFL iBT: 0–120
5. Tingkat Kesulitan
Secara umum, TOEFL iBT dianggap lebih sulit karena mencakup kemampuan berbicara dan menulis yang membutuhkan latihan intensif.
6. Pengakuan Internasional
TOEFL iBT diakui secara global oleh banyak universitas dunia, sedangkan TOEFL ITP hanya berlaku terbatas pada institusi tertentu.
Mana yang Harus Kamu Pilih?
Memilih tergantung pada tujuan kamu:
- Jika hanya untuk kebutuhan kampus atau kerja di dalam negeri → TOEFL ITP sudah cukup
- Jika ingin melanjutkan studi ke luar negeri → TOEFL iBT adalah pilihan yang tepat
Namun, jika kamu masih pemula, kamu bisa mulai dari TOEFL ITP untuk membangun dasar kemampuan bahasa Inggris sebelum beralih ke TOEFL iBT.
Untuk mendapatkan persiapan yang lebih maksimal, kamu juga bisa belajar melalui program khusus di TOEFL ITP Online yang menyediakan panduan lengkap serta strategi belajar TOEFL secara efektif.
Tips Memilih Jenis Tes TOEFL
Agar tidak salah pilih, berikut beberapa tips yang bisa kamu terapkan:
- Tentukan tujuan utama (lokal atau internasional)
- Cari tahu persyaratan skor dari institusi tujuan
- Evaluasi kemampuan bahasa Inggris kamu saat ini
- Sesuaikan dengan budget dan waktu persiapan
- Pilih metode belajar yang sesuai (kursus atau belajar mandiri)
Dengan strategi yang tepat, kamu bisa lebih mudah mencapai skor yang diinginkan.
Kesimpulan
Memahami perbedaan TOEFL ITP dan TOEFL iBT sangat penting sebelum mengambil tes. TOEFL ITP cocok untuk kebutuhan lokal dengan format yang lebih sederhana, sedangkan TOEFL iBT merupakan standar internasional dengan cakupan kemampuan yang lebih lengkap.
Dengan memilih jenis tes yang tepat dan mempersiapkan diri secara optimal, peluang kamu untuk mendapatkan skor tinggi akan semakin besar.