Berapa persen rasio dofollow dan nofollow yang ideal? Pertanyaan ini sering muncul ketika pemilik website ingin membangun profil backlink yang terlihat natural. Dofollow dan nofollow memiliki karakteristik berbeda, tetapi keduanya bisa hadir dalam profil backlink sebuah website. Karena itu, pemilik website sebaiknya tidak terpaku pada persentase tertentu ketika menyusun strategi link building.
Backlink dofollow biasanya memungkinkan mesin pencari mengikuti hubungan antara halaman sumber dan halaman tujuan. Sementara itu, tautan dengan atribut nofollow memberikan sinyal berbeda kepada mesin pencari. Keduanya dapat muncul secara alami ketika sebuah website memperoleh referensi dari berbagai sumber.
Mengenal Dofollow dan Nofollow
Dofollow sebenarnya bukan atribut HTML khusus. Istilah tersebut biasanya digunakan untuk menggambarkan tautan yang tidak memiliki atribut seperti rel="nofollow". Mesin pencari dapat menggunakan tautan sebagai salah satu sinyal untuk memahami hubungan ant halaman.
Nofollow memiliki atribut yang memberi petunjuk kepada mesin pencari mengenai perlakuan terhadap tautan tersebut. Google juga mengenal atribut rel="sponsored" dan rel="ugc" untuk konteks tertentu.
Perbedaan fungsi tersebut membuat profil backlink tidak harus berisi satu jenis tautan saja.
Tidak Ada Rasio Ideal yang Wajib
Tidak ada persentase resmi yang menetapkan rasio dofollow dan nofollow untuk semua website. Setiap situs memiliki profil backlink yang berbeda berdasarkan industri, popularitas, jenis konten, serta sumber referensi.
Website dengan banyak backlink editorial mungkin memiliki komposisi berbeda dengan website yang aktif memperoleh tautan dari media sosial, forum, direktori, atau platform komunitas. Karena itu, memaksakan komposisi tertentu justru bisa membuat strategi link building kehilangan konteks alami.
Fokus utama sebaiknya berada pada kualitas dan relevansi tautan, bukan mengejar angka rasio tertentu.
Mengapa Profil Backlink yang Beragam Penting?
Profil backlink yang beragam dapat mencerminkan cara pengguna menemukan dan merekomendasikan sebuah website. Sebuah brand bisa memperoleh backlink dari artikel, media, forum, komunitas, direktori bisnis, hingga platform sosial.
Keragaman sumber memberikan gambaran bahwa website memiliki berbagai jalur referensi. Pemilik website tidak perlu sengaja membuat nofollow hanya untuk mengejar keseimbangan persentase. Biarkan komposisi berkembang berdasarkan aktivitas pemasaran dan publikasi yang memang relevan.
Perhatikan Relevansi Backlink
Relevansi memiliki peran penting dalam menilai kualitas backlink. Tautan dari halaman yang membahas topik berkaitan memiliki konteks yang lebih jelas bagi pengunjung.
Misalnya, website yang menawarkan layanan digital marketing bisa memperoleh referensi dari artikel tentang SEO, periklanan online, analisis website, atau strategi konten. Hubungan tersebut lebih masuk akal daripada backlink dari halaman yang tidak memiliki kaitan dengan bisnis.
Baik dofollow maupun nofollow tetap perlu melewati evaluasi relevansi dan kualitas sumber.
Jangan Mengejar Dofollow Semata
Sebagian pemilik website menganggap backlink dofollow selalu lebih berharga daripada nofollow. Padahal, sebuah tautan nofollow dari halaman yang memiliki audiens relevan tetap bisa mendatangkan pengunjung dan meningkatkan eksposur brand.
Tautan dari media atau komunitas yang tepat bisa menghasilkan referral traffic meskipun tautan tersebut menggunakan atribut nofollow. Karena itu, nilai backlink tidak hanya berasal dari atribut tautannya.
Bangun Profil Backlink Secara Natural
Strategi link building yang sehat berfokus pada konten bermanfaat, promosi yang relevan, dan hubungan dengan sumber yang sesuai. Ketika website menghasilkan informasi yang layak menjadi referensi, peluang mendapatkan backlink juga semakin terbuka.
Pemilik website juga perlu memantau perkembangan profil backlink secara berkala. Evaluasi sumber, relevansi, anchor text, serta kualitas halaman agar strategi tetap terarah.
Kesimpulan
Berapa persen rasio dofollow dan nofollow yang ideal? Tidak ada persentase baku yang berlaku untuk seluruh website. Pemilik website sebaiknya membangun profil backlink secara natural dengan memperhatikan relevansi, kualitas sumber, variasi domain, dan manfaat bagi pengguna.
Dofollow dan nofollow sama-sama memiliki tempat dalam ekosistem backlink. Jika membutuhkan bantuan membangun tautan secara lebih terarah, jasa backlink dofollow dapat menjadi pilihan dengan tetap mempertimbangkan kualitas dan relevansi sumber.

saya naurah dari jurusan Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi. Saya merupakan pribadi yang disiplin dan bertanggung jawab, saya mampu dalam bidang editing foto dan sedang belajar dalam bidang penulisan artikel